Rabu, 04 September 2013

Daqwah melalui syair nasyid



Bila diri ingin dikenang
semailah benih  ditengah sawah
Bawalah ilmu padi  Diladang
Makin berisi tunduk kebawah 

Seponggol syair lagu ini adalah bagian dari jiwa ku nan tenang.ibu yang mengasuh memberi arti dalam kehidupan.bukan karena kemiskinan melainkan Cinta dan Sayang.tetes air mata ku jatuh berderai melihat keriput dikening manis mu ibu.

terima kasih




syair mu menjadi modal bagi anakmu
untuk hidup dimasa depan.

buat ibuku Zulfah Nasution

Tahta dan Cinta

Pilu pun memuncak seketika hati terasa tersakiti tersentak sadar dari lamunan dan hayal yang panjang,harapan terus menjadi bayang bayang perjalanan.hinga pengemudi pun hampir lupa arah tujuan.mencari tempat singgahan untuk bertanya kearah jalan perjalanan panjang.setiap upaya dilakukan untuk tunjukkan kebaikan.berupaya mengurangi keburukan.engkau sadarkan dengan cinta dan tahta.memberi tiupan angin segar untuk pintu kebahagian.kuikut derasnya arus air bah mu yang menghanyutkan,tetapi penuh dengan keindahan.menetes keringat tunujkkan kalau cinta punya harapan menenggelamkan mitos kekayaan.

cinta begitu dahsyat mempengaruhi gemetarnya jiwa.menusuk hingga ketulang dan relung hati yang dalam.menuntun diri untuk bisa menyesuaikan yang tak baik menjadi kebaikan.agar tampil terbaik didepan insan ciptaan tuhan.

sujudku pun mulai kurebahkan.
sebab kutau ini adalah rahasia mu tuhan.
janjikan kebaikan jika aku memank layak untuk kau pantaskan.

amin...
terima kasih cinta NH