Kamis, 30 Mei 2013
Bubur Podas Tanjungbalai
Kalau sudah bulan puasa, disepanjang trotoar jl. Listrik dan sebahagian jl. Sudirman (depan PLN) dipenuhi oleh gerobak - gerobak jualan dadakan. Sehingga suasana sore hari kota Tanjungbalai ramai dipenuhi oleh para pembeli. Bukan hanya umat Muslim saja yang membeli makanan untruk berbuka tersebut. Akan tetapi seluruh umat beragama yang ada di kota Tanjungbalai.Segala bentuk makanan untuk santap berbuka di jajakan. Namun para pembeli tidak terlupa membeli makanan Khas Tanjungbalai Asahan, yakni BUBUR PEDAS (Bubur Podas).Konon makanan ini adalah makanan kesukaan para Sultan Asahan. Sayangnya, makanan khas Tanjungbalai ini jarang terdapat pada hari - hari biasanya kalau tidak di Bulan Puasa.Atau, sengaja di masak untuk sajian tamu, sanak keluarga (yang telah lama pindah ke daerah/ negara lain) pulang kampung.
Rindu dengan BUBUR PODAS????ini resepnya....
Bumbu:
1 ons ketumbar
1 sm jintan manis
1 sm jintan putih
½ ons merica
10 bj bunga lawang
20 bj kapulaga
1 st cengkeh
1 jengkal kayu manis
2 bj buah pala
½ ons kemiri
3 jari jempol laos
2 jari jempol jahe
15 cm kunyit
1 jengkal temu mangga
1 jengkal temu kunci (4 btg)
2 ruas jari (5 cm) temu hitam
1 ½ ons bawang merah
1 bonggol bawang putih
Untuk 1/2 kg beras. Semua bahan digiling halus.
Bahan untuk 1 mug beras:
1 bh jagung manis dipipil
1 genggam kacang hijau
1 genggam kacang merah
1 genggam kacang kuning
1 bh kentang, potong dadu
1 bh wortel, potong dadu
1 bh keladi, potong dadu
1 bh ubimerah, potong dadu
udang basah, ebi, cumi, daging, ayam
kepala ikan asin sangge dibakar
Cara memasak:
1. Bumbu-bumbu beras, kacang dan semua bahan masak jadi satu dengan air sampai menjadi bubur.
2. Sebelum diangkat tabur dengan irisan:
2 lbr daun kunyit (buang tulang, iris halus)
10 lbr daun jeruk (buang tulang, iris halus).
3. Sajikan panas-panas.
Oii mak jang…sodapnyoooooo
PANTUN HARKITNAS
Tanjungbalai kekota medan
Kampung melayu dibatubara
Mari jaga persatuan dan kesatuan
Wujud cinta pada negara
Pulau samosir tempat wisata
Makam sidabutar obyek kunjungan
Pembangunan sum.utara akan merata
Jika dikelola secara bergandengan tangan
Anak dara pergi kemedan
Bontot kan nasi si ayam penyet
Sumut maju tampil didepan
Gunakan informasi dari internet
Tuah dulu pesona zaman
Sum.utara punya sejarah
Didik anak karakter beriman
Modal utama berani dan jangan pasrah
Anak dara pergi kekali
Bawa cucian didalam ember
Ini jaman tekhnologi
Ciptakan budaya yang berkarakter
Cek gamat cek maimun
Duduk melamun seorang diri
Sejarah mencatat istana maimun
Warisan budaya adat negeri
Oleh : Rasyid Riza
Tanjungbalai,Sumatera Utara
(Pekan Informasi Nasional)
Dalam rangka Harkitnas ke 105
Lomba pantun nasional 24-mei-2013)
Resef Roti Jala Tanjungbalai Asahan
Dulu semasa aku kanak-kanak sampai menginjak remaja,dalam setiap pengajian (Pengajian Remaja) kami secara bergiliran mengikuti ceramah Agama dari rumah ke rumah per-satu kali seminggu, yakni malam jum'at. Hampir setiap rumah yang kami kunjungi menyediakan santapan dengan sajian Roti Jala (Roti Jalo). Hidangan khas Tanjungbalai ini juga dulunya sering disajikan ketika ada perwiridan - perwiritan.Konon makanan tradisional Tanjungbalai ini berasal dari seorang Penjala Udang.Si Penjala Udang yang hidupnya miskin ini tiba - tiba mendapat sebongkah emas dari kuala tempat dia sering menjala udang. Maka si Penjala udang tersebut pun menjadi kaya raya.Bertahun - tahun kekayaannya dinikmatinya. Hartanya tidak habis - habis. Untuk mengenang masa hidup miskinnya dulu, dia pun menyuruh isterinya untuk membuat kue yang mirip dengan jala. Si istri membentuknya hanya dengan menggunakan permainan tangan (sebagai cetakan) untuk membentuk jala - jala. Berkisar tahun 80-an, membentuk jala menggunakan cetakan kaleng susu yang dibolongin alas bawahnya mempergunakan paku dengan beberapa titik bolongan. Sekarang sudah ada special cetakannya.
makanan ini sungguh-sungguh sedap, makanan anjungbalai Asahan itu selalu simple tapi rasanya dahsyat. bentuknya yang unik pun bikin kita semakin penasaran untuk menambah terus.
Roti Jala khas Timur tengah yang bentuknya menyerupai jala. Roti ini juga disajikan sebagai pendamping kari atau Gulai.
Resep Bahan Roti Jala :
tepung terigu protein sedang 150 gram
telur ayam 2 butir, kocok
santan 250 ml dari 1/4 butir kelapa
garam 1 sendok teh
minyak goreng 2 sendok makan
margarin 1 sendok makan
Cara Membuat Roti Jala :
Campur terigu dan garam, aduk rata.
Campur terigu dan santan, aduk rata.
Tuang campuran telur ke dalam terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata.
Tambahkan minyak goreng, aduk rata.
Masukkan adonan dalam plastik segitiga.
Panaskan wajan anti lengket, oles dengan margarin. Semprotkan adonan membentuk jala, masak di atas api kecil hingga matang. Angkat. Lakukan hingga adonan habis.
Sajikan sebagai pendamping kari/gulai.
Disadur oleh :Nek ubat
ditulis oleh :Ahmed el Hasby/Rasyid riza
Ayahanda Arifin ibrahim Seniman Musisi dan pencipta lagu daerah
Ayahanda Arifin ibrahim adalah anak dari pasangan Alm.Ibrahim dan ibunda
Mahsom sirait, dilahirkan Di Bandar Pulo pada tanggal,
10-Juni-1949,memiliki 8 orang anak, diantaranya 2 perempuan dan 6 laki
laki, bertempat tinggal di Jalan Anwar idris gg Kamboja, Kelurahan Bunga
Tanjung Kecamatan Datukbandar Timur Kota Tanjungbalai,yakni...
1.Tivi Armeiny Arifin
2.Syaiful Ardiansyah(Inat Drumer Asahan)
3.Ridwan Arifin ( Iwan Kyboard)
4.Arifdhany Arifin
5.Amri Arifin
6.Maharani Arifin
7.alm Iskandar Muda
8.Zainal Arifin
Sosok Beliau sangat dikenal dikalangan Seniman Musik Tanjungbalai dari
alur alternatif seni musiknya semasa berjaya membangun Komunitas salah
satu Band terkenal diTanjungbalai saat itu pada tahun 1975 dengan nama
Band BUNGA TANJUNG.beliau memiliki latar belakang sebagai seorang
Pegawai Negri Sipil pada tahun 1978 s/d 2004 masa pensiun beliau.dan
berkarir lebih kurang 16 tahun di BAWASDA Pemerintah Kota Tanjungbalai
dengan Pangkat terakhir golongan 4b Pembina Tingkat I.
Kepiawaiannya Didunia seni menurut beliau lahir sejak dia masih berada
di bangku sekolah rakyat pada saat itu.dan menghantarkan beliau kepada
kegiatan seni musik daerah Melayu keajang Nasional pada tahun 1984
diJakarta sebagai peserta Vocal group terbaik II pada tahun tersebut.
dimasa pensiunan beliau,kegiatan seni musik masih menjadi santapan dalam
hidupnya,baik memberi pelajaran kepada anak dan keluarga nya beliau
juga berperan aktif dalam kegiatan Seni dan Budaya yang ada di Kota
Tanjungbalai sampai saat ini,selain itu beliau juga menoreh catatan
lirik dan syair lagu yang sudah meNasional dikalangan musik
indonesia.salah satu lagu ciptaan beliau adalah.Syarifah versi dangduth
(voc Haji Ona Sutra),Malungun Versi Pop (voc.Trio Amsisi) dan masih
banyak lagi lagu daerah versi Melayu yang dinyanyikan masyarakat melayu
sampai saat ini.
Selain berorganisasi seni,beliau juga adalah icon musik Tanjungbalai
yang terus memberi kontribusi kepada pecinta musik melayu Tanjungbalai.
Harapan dan doa dihantarkan beliau saat ditemui di ruang rumah singgah
anaknya,dan berharap kepada masyarakat pekerja seni apapun itu.teruslah
berjaya dan berkarya yang baik nuat generasi yang akan datang
Salam Arifin Ibrahim
Tanjungbalai Kota Bertuah
Kota yang penuh dengan Sejarah
Budaya Melayu jadi Sejarah
Harapan jangan hilang dan punah
Nun kejauhan tempat berlabuh
Bumi n langit tempat sandaran
Tak terlintas didalam benak dan pikiran
Antara kulit putih dan hitam
Kaya alam kadang menjadi sahabat kental
Dihujani belantara jauh dari keramaian
Tak mengeluh walau tak diperhatikan
Semangat hidup menjadi pedoman
Satu persatu dilahirkan
Tatanan adat norma keseragaman
Kadang hampir kelihatan sumbang
Namun indonesiaku penuh dengan keanekaragaman
Hoii
Bangsa yang besar
Bangsa yang berbudaya
Pemimpin yang beriman
Pendidik yang terdidik
Para pemikir
Budayawan
Sastrawan
Musisi
Hayo kerahkan telunjuk
Berkibar garudaku
Karya :Rasyid Riza
Tanjungbalai,Sumatera Utara
Bumi n langit tempat sandaran
Tak terlintas didalam benak dan pikiran
Antara kulit putih dan hitam
Kaya alam kadang menjadi sahabat kental
Dihujani belantara jauh dari keramaian
Tak mengeluh walau tak diperhatikan
Semangat hidup menjadi pedoman
Satu persatu dilahirkan
Tatanan adat norma keseragaman
Kadang hampir kelihatan sumbang
Namun indonesiaku penuh dengan keanekaragaman
Hoii
Bangsa yang besar
Bangsa yang berbudaya
Pemimpin yang beriman
Pendidik yang terdidik
Para pemikir
Budayawan
Sastrawan
Musisi
Hayo kerahkan telunjuk
Berkibar garudaku
Karya :Rasyid Riza
Tanjungbalai,Sumatera Utara
Batas Asahan dan Tanjungbalai Sei dua hulu
Daerah Tanjungbalai adalah sebuah daerah yang diapit diantara 2 kabupaten Asahan dan Labuhan batu utara, Tanjungbalai merupakan salah satu gerbang menghubungkan Malaysia dan Indonesia melalui jalur alternatif laut, berkisar antara 4 jam perjalanan memakai speed daerah tersebut,
Selain itu Tanjungbalai memiliki budaya dan kultur masyarakat yang beraneka warna,kemajemukan dan tatanan menjadi tugas pokok Pemerintah kota Tanjungbalai saat ini..
Budaya Melayu yang erat melingkari iconnya Tanjungbalai kini dibenahi secara merata baik dari kalangan Sanggar,teater,dan lain sebagainya melalui Aliansi atau Kelompok kerja dan organisasi,untuk bagaimana menumbuhkembangkan kembali seamangat Budaya yang kian hari semakin memburuk
Lintas etnis suku dan budaya kembali bersatu bergandengan tangan untuk mewujudkan impian Kota tercinta Tanjungbalai pada saat ini,baik dari dunia Pendidikan,tatanan berumah tangga,pernikahan dan ivent lainnya tanpa tidak menyampingkan norma agama....
Tulisan ini disadur mutlak dari buah pikir anak daerah yang merasa terpanggil untuk kembali melestarikan nilai budaya melayu di Tanjungbalai yang kian hari semakin merosot dan mengajak masyarakat umum khususnya Sumatera utara agar meninjau kembali tugas pokok generasi muda yang berkaitan dengan Adat dan Budaya masing masing daerahnya
salam takjim
Rasyied Rieza
Alam memberi kehidupan
Bumi memberi santapan
Agar akal diperuntukkan
Sebagai buah positif akal pikiran
Kulit kayu, dan dedaunan
Diminta dioles menjadi tatanan
Indah dipandang mata mata jalanan
Terus berkarya mengharap perhatian
Bangsa yang penuh kemajemukan
Bertamu jauh tak ada halangan
Selama dalam poros waktu tak berketentuan
Maju terus sahabat insan
Karya :Rasyid Rieza
Bumi memberi santapan
Agar akal diperuntukkan
Sebagai buah positif akal pikiran
Kulit kayu, dan dedaunan
Diminta dioles menjadi tatanan
Indah dipandang mata mata jalanan
Terus berkarya mengharap perhatian
Bangsa yang penuh kemajemukan
Bertamu jauh tak ada halangan
Selama dalam poros waktu tak berketentuan
Maju terus sahabat insan
Karya :Rasyid Rieza
Rabu, 29 Mei 2013
sela sela sharing bersama siswa smp4 tanjungbalai
Duduk bersama adalah kebiasaan para pekerja seni untuk melahirkan berbagai ide untuk memberdayakan potensi para pecinta seni khusus dikalangan siswa maupun umum,tujuannya agar mendapatkan duplikasi yang sama dalam memandang kaca mata seni,modern sekarang ini.
Terlihat oleh gambar para pengurus lembaga seni juga turut hadir.yang merupakan pilar organisasi seni yang menaungi berbagai kegiatan seni tanjungbalai.salah satu diantaranya adalah pimpinan teater karang laut, bung wankumis, pimpinan ruang pekerja seni, bung ahmed el hasby, tok laut center, lorong teater company bung bobby mahzai, abdurrahman Se, rasyid riza pimpinan dari lintas komunitas pelestari budaya melayu.
Selain itu komunitas seni tanjung balai diharapkan mampu menjadi icon sumber informasi Bagi masyarakat luas baik dari sudut apapun seni tersebu t, sehingga menjadi kekuatan sebuah daerah untuk siap saing dalam era globalisasi yang tidak membelakangi nilai tatanan adat maupun budaya, melainkan menjadikan budaya dan tatanan adat menjadi senjata paling depan untuk m engangkat kembali semangat para pecinta seni dalam berkarya didaerahnya masing masing.tanpa ada politisir dan bau bau politik dalam tubuh komunitas tersebut.
Kedepan berkarya demi bangsa, mengukir demi sejarah
Salam komunitas seni
Rasyid riza
Rabu, 22 Mei 2013
Ikhlas tulus merangkum
.png)
senyum it kembali torehkan pantulan
melalui kaca kecil dipojok bambu
berawal bukan karena mampu melakukan
terpanggil jiwa maklumat ayahanda
terdampar kias pada anyaman topas sederhana
dihiasi bambu seutas tali perekatnya
segelas kopi menemani renggang waktu yang memaksa harus ia.
alangkah sempurna .....
ikhlas tulus sebagai sang mentor
gerakkan ego dijubah kesombongan
mengikis perlahan virus taman firdaus
ciptakan suasana bersahaja..
mereka adalah pelestari budaya
karya :Rasyid riza
PANTUN BERTUAH
.png)
Bismillah bermula kata
haturkan salam awal pembuka
saya berpantun bukan lah ria
berbagi ilmu nan apa adanya
yang kurik itu kundi
yang merah itu saga
yang baik itu budi
yang indah itu bahasa
tanjungbalai sedari dulu
sudat teradat dahulu kala
menjunjung tinggi adat melayu
tak hilangkan nilai norma agama
tanjungbalai kota sejarah
disana ada letak istana
mana yang patut dianggap salah
mahallah emas dari suasa
sungguh enak sobam gulama
didalam lukah ikan paitan
tanjungbalai kota tercinta
ciptakan masyarakat nan beriman
datuk panglima pejabat negri
daulat dijunjung paduka raja
belajar berkarya sedari dini
agar kelak menjadi kenangan masa
Tari persembahan lembaga adat
pengiring pengantin tetap selamat
hidup diharap sehat wal afiat
seia sekata selalu mufakat
anak dara pandai menari
tari sampiran cek minah sayang
pertebal iman sedari dini
modal utama tak kan hilang
sungguh indah resam diatur
sudah menjadi pusaka lama
dari dini sudah diatur
tata kerama kepad siapa saja
Oleh : Rasyid Riza
Tanjungbalai,Sumatera Utara
Ikhlas tulus merangkum
senyum it kembali torehkan pantulan melalui kaca kecil dipojok bambu berawal bukan karena mampu melakukan terpanggil jiwa maklumat ayahanda terdampar kias pada anyaman topas sederhana dihiasi bambu seutas tali perekatnya segelas kopi menemani renggang waktu yang memaksa harus ia. alangkah sempurna ..... ikhlas tulus sebagai sang mentor gerakkan ego dijubah kesombongan mengikis perlahan virus taman firdaus ciptakan suasana bersahaja.. mereka adalah pelestari budaya karya :Rasyid riza
Selasa, 21 Mei 2013
Tatanan hidup kian memaksa
Namun insan hanya berkarya
Penuhi hasrat didalam jiwa tuk ragamkan aneka warna
Mewarnai duka dan lara baik sang hamba maupun sang raja
Dari tangan satu ketangan lainnya
Penuh wangi dalam tiap tatanan nya
Ya...
Putih sesuci harapannya
Kuning semulia junjungannya
Rampai baik muda maupun tua tak beda kasta
Renjis membangun bersama harapan sirna
Karya :rasyid riza
Daulat tuanku syamsul rizal SH ( tok laut)
tok laut gelar sastranya
merenung diri dimalam hari
punya prinsib berkeluarga
tidak bisa menang harus seri
Datuk amseri sihulu balang
keris melintang paduka raja
tanah paduka tak kan hilang
warisi paglima hitam laut samudra
mata hampa rakyat jelata
pesan dihantar burung merpati
tancapkan lancang naluri jiwa
panggilan penjemput datuk amseri
darah gemuruh si tanduk banteng
lahir kebumi tanah beradat
barisan disusun sebagai benteng
serangan jahat pasti terlihat
air mengendap dalam tempayan
pahar pengiring tamu terhormat
selagi hidup jadi pedoman
siapkan diri untuk rakyat
sambungan
Tari persembahan lembaga adat
pengiring pengantin tetap selamat
hidup diharap sehat wal afiat
seia sekata selalu mufakat
anak dara pandai menari
tari sampiran cek minah sayang
pertebal iman sedari dini
modal utama tak kan hilang
sungguh indah resam diatur
sudah menjadi pusaka lama
dari dini sudah diatur
tata kerama kepad siapa saja
Bismillah bermula kata
haturkan salam awal pembuka
saya berpantun bukan lah ria
berbagi ilmu nan apa adanya
yang kurik itu kundi
yang merah itu saga
yang baik itu budi
yang indah itu bahasa
tanjungbalai sedari dulu
sudat teradat dahulu kala
menjunjung tinggi adat melayu
tak hilangkan nilai norma agama
tanjungbalai kota sejarah
disana ada letak istana
mana yang patut dianggap salah
mahallah emas dari suasa
sungguh enak sobam gulama
didalam lukah ikan paitan
tanjungbalai kota tercinta
ciptakan masyarakat nan beriman
datuk panglima pejabat negri
daulat dijunjung paduka raja
belajar berkarya sedari dini
agar kelak menjadi kenangan masa
bersambung
Ikhlas tulus merangkum
senyum it kembali torehkan pantulan
melalui kaca kecil dipojok bambu
berawal bukan karena mampu melakukan
terpanggil jiwa maklumat ayahanda
terdampar kias pada anyaman topas sederhana
dihiasi bambu seutas tali perekatnya
segelas kopi menemani renggang waktu yang memaksa harus ia.
alangkah sempurna .....
ikhlas tulus sebagai sang mentor
gerakkan ego dijubah kesombongan
mengikis perlahan virus taman firdaus
ciptakan suasana bersahaja..
mereka adalah pelestari budaya
KETIKA SAJAK SANG CAHAYA MENGARAHKAN SINARNYA
( Puisi Karya : RASYID RIZA .......Di : langit Luka )
Diam bukan tak mampu
Tau bukan tak mau
Mata hampa adalah sorot lahar panas,
bara membara pada tanah panglima
dirimbun lorong lorong asa
bangkitkan jiwa darah laut samudra
akulah pewaris bumi tahta
Pemecah taringnya kesunyian
suarakan gaung
mata hampa merong rongnya
petuah seorang tua
daulat perintah tahta
Senin, 20 Mei 2013
KASIH TAK MENSYARATKAN
Ya
Ketika mata tertunduk mengarah jalan yang panjang
Kedua kaki pun tak pernah menghela untuk tidak patuh, tapi
Gerakan nya mengayun serentak perintah jiwa dengan ikhlas dan sabar
Hanya berharap untuk bisa langkah itu sampai kepada
Harapan insan, harapan hati dan akal seorang hamba
Tak pernah mendahului antara 1 kaki dengan kaki yang satunya
Saling harga menghargai unk sampai kepada tujuannya
Baik cuaca buruk dan sedang bergembira
Berlumpur maupun dijalan batu istana
Sandal rusa maupun eropa
Hanya sebuah harapan untuk sampai kepada harapan jiwa
Bahwa tak selamanya kasih selalu mensyaratkan
Oleh rasyid riza
Tanjungbalai,Sumatera Utara
KETIKA LAHAR JIWA MEMUNTAHKAN
Kita sudah mmemasuki kepada ruh purba
Tak ada beda antara hamba n raja disinggasana
Keceriaan terpatri diwajah dustamu
Gunung ego membuat mu terkekeh
Seperti harimau haus darah
Lengan tangan birokrat kau santap dengan dahaga
Perut jelata kau kunyah dengan kerlingan mata yang tajam
Aku kau campakkan seperti sampah
Tulang darah dan nadiku ruh marhainku kau hisap tanpa ampun
Hoi jumbalang tanah yang duduk disinggasana baju sucimu pamflet tercela
Potret nenek tua adalah potret kotaku yang mewakili mata mata hampa
Hoi hantu sane yAng berjubah putih laknat dari segala laknat
Adalah lambang dajjal yg tak kusangka akan menghantarkan kakinya
Diatas kesengsaraan ruh ruh pesisir
Kadang tafakkurku dan tafakkurmu seolah berjumpa tuhan
Dan orang2 terkesima dengan wajAh pucat pasinya
Beribu jeritan dan tanda tanya saat ini mencari identitas aslimu
Kau kah dajal yang diterawang ahli nujum raja2 yang bakal memporak porandakan dupa dupa
Teruslah tertawa dan terkekeh sepuasmu dan berjoget diatas tambu putraku
Hoi jumbalang tanah tunggu luapan lahar gunung jiwaku
Kuseru kau MATA MATA HAMPA NUN JAUH DISANA ...
Kau kah sahabat seni yang tertulis dilontar lontar datuk panglima hitam
Kalau ya...selamatkan kotaku
KARYA :TOK LAUT Bersama RAZYIED RIEZA
PONDOK PERSIMPANGAN TANAH PADUKA
BILA KITA
Bila kata sudah tiada maka biarlah rasa bicara
karena bila bicara dipaksa maka ketulusan sirna.
Bila rasa telah bicara maka kata kan terjaga maka asa akan semakin terencana waktu yg ada tak sia2 hanya karna kata tak guna
Biarkan fakta bekerja dengan rasa dan asa
Iringi segalanya dgn do'a dan berserah dengan keinginan petunjuk pengantar taqwa
karena bila bicara dipaksa maka ketulusan sirna.
Bila rasa telah bicara maka kata kan terjaga maka asa akan semakin terencana waktu yg ada tak sia2 hanya karna kata tak guna
Biarkan fakta bekerja dengan rasa dan asa
Iringi segalanya dgn do'a dan berserah dengan keinginan petunjuk pengantar taqwa
Langganan:
Komentar (Atom)




.png)

.png)

.png)





.png)